Aspal Di Jalan Mentok Pangkalpinang Rusak Parah

 

Aspal Di Jalan Mentok Pangkalpinang Rusak Parah
Aspal Di Jalan Mentok Pangkalpinang Rusak Parah 

Pangkalpinang, Bekisah TV –

 Kondisi infrastruktur jalan di Kota Pangkalpinang semakin memprihatinkan. Salah satu ruas jalan yang mengalami kerusakan parah adalah Jalan Mentok, atau yang lebih dikenal sebagai Jalan Depati Amir. 

Pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat, semakin khawatir dengan kondisi jalan yang berlubang di berbagai titik, terutama mulai dari SPBU Keramat hingga Gerbang Air Nangka.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, kerusakan jalan di kawasan ini sudah sangat serius. Aspal yang mengelupas, lubang-lubang besar dan dalam, serta permukaan jalan yang tidak rata menjadi pemandangan yang memprihatinkan. 

Para pengendara yang setiap hari melintasi jalan ini harus ekstra hati-hati agar tidak terjatuh atau mengalami kecelakaan.


Sejumlah warga dan pengguna jalan menyampaikan keluhan mereka kepada Bekisah TV mengenai kondisi ini. Mereka berharap ada tindakan cepat dari pemerintah daerah untuk segera memperbaiki jalan sebelum menimbulkan korban jiwa.

Kondisi Jalan yang Semakin Parah

Jalan Mentok merupakan salah satu jalur utama di Pangkalpinang yang menghubungkan berbagai daerah penting. Selain digunakan oleh masyarakat yang beraktivitas sehari-hari, jalan ini juga menjadi jalur utama bagi kendaraan berat seperti truk pengangkut barang dan kendaraan niaga.

Namun, kondisi jalan yang semakin rusak justru membuat perjalanan di jalur ini menjadi berbahaya. Banyak lubang yang menganga dengan diameter lebih dari 50 cm, bahkan beberapa di antaranya memiliki kedalaman hingga 15 cm. 

Akibatnya, pengendara harus bermanuver dengan hati-hati agar tidak terperosok ke dalam lubang yang bisa menyebabkan kecelakaan.

Seorang warga, Budi (42), yang setiap hari melintasi jalur ini, mengungkapkan keresahannya.

 "Saya ini tiap hari lewat sini, Pak, karena saya jualan di pasar Pangkalpinang. Saya dari Desa Petaling, jadi mau nggak mau harus lewat Jalan Mentok ini.

 Yang saya takutkan itu kalau nggak awas sedikit, motor bisa kebablasan masuk lubang. Apalagi lubangnya dalam-dalam, benar-benar membahayakan,” ujar Budi kepada Bekisah TV.

Menurut Budi, kondisi jalan yang berlubang ini tidak hanya berbahaya bagi pengendara motor, tetapi juga bagi mobil dan kendaraan berat lainnya. 

Banyak pengendara yang harus mengurangi kecepatan secara drastis, bahkan ada yang berhenti sejenak untuk memilih jalur yang lebih aman. 

Hal ini membuat arus lalu lintas menjadi lebih lambat dan meningkatkan risiko kecelakaan akibat pengereman mendadak.

Selain itu, kondisi cuaca yang tidak menentu juga memperparah situasi. Ketika hujan turun, genangan air menutupi lubang-lubang di jalan, sehingga pengendara tidak bisa memperkirakan kedalaman lubang yang mereka lewati. Hal ini semakin meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara motor.

Keluhan Pengguna Jalan: Perbaikan Tidak Boleh Setengah-setengah

Tidak hanya Budi, banyak pengendara lain yang mengungkapkan keprihatinan mereka. Mereka menilai bahwa perbaikan yang dilakukan selama ini hanya bersifat sementara, seperti tambal sulam, yang tidak bertahan lama.

Seorang sopir angkutan umum, Herman (50), juga mengungkapkan hal serupa.

"Dulu memang pernah ada perbaikan, tapi hanya ditambal-tambal saja. Sekarang ya rusak lagi. Kalau terus begini, kami sopir angkot yang paling merasakan dampaknya. Ban cepat rusak, suspensi mobil cepat aus, dan biaya perawatan kendaraan jadi lebih mahal. Kami minta pemerintah perbaiki jalan ini secara menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam,” keluh Herman.

Menurutnya, kerusakan jalan ini juga berdampak pada waktu tempuh perjalanan. Jika biasanya jarak dari SPBU Keramat ke Gerbang Air Nangka bisa ditempuh dalam waktu 10-15 menit, kini pengendara bisa membutuhkan waktu lebih dari 25 menit karena harus menghindari lubang-lubang yang berserakan di jalan.

Rina (29), seorang ibu rumah tangga, juga merasa khawatir dengan kondisi jalan yang semakin memburuk.

 "Setiap hari saya antar anak sekolah naik motor, rasanya nggak tenang kalau lewat jalan ini. Kadang kalau pagi kan ramai kendaraan, jadi susah kalau harus menghindari lubang. Pernah ada kejadian ibu-ibu jatuh karena ban motornya masuk lubang. Ini bahaya banget, apalagi buat perempuan dan anak-anak yang naik motor sendiri,” ujar Rina.

Kondisi ini semakin memperkuat desakan agar pemerintah segera bertindak. Masyarakat berharap ada perbaikan permanen, bukan hanya perbaikan sementara yang akan rusak lagi dalam beberapa bulan ke depan.

Pemerintah Diminta Segera Bertindak

Dengan semakin banyaknya keluhan dari warga, masyarakat berharap agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pangkalpinang segera mengambil tindakan konkret.

Pakar transportasi dari Universitas Bangka Belitung, Dr. Suhardi, menilai bahwa kerusakan infrastruktur jalan di Kota Pangkalpinang tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, faktor utama penyebab kerusakan jalan adalah kombinasi antara beban kendaraan yang berlebihan, drainase yang buruk, dan kualitas aspal yang tidak memadai.

 "Jika hanya dilakukan tambal sulam, maka dalam beberapa bulan ke depan jalan ini akan kembali rusak. Pemerintah harus melakukan perbaikan total, termasuk memperbaiki sistem drainase agar air tidak menggenang di jalan. Selain itu, perlu ada regulasi mengenai batasan muatan kendaraan berat yang melewati jalan ini," jelas Dr. Suhardi.

Pihaknya telah berupaya menghubungi Dinas PUPR Kota Pangkalpinang untuk meminta tanggapan terkait keluhan masyarakat ini. Namun hingga berita ini diturunkan, pihak dinas belum memberikan keterangan resmi mengenai rencana perbaikan jalan tersebut.

Sementara itu, Pj Wali Kota Pangkalpinang dalam beberapa kesempatan sebelumnya pernah menyatakan bahwa pemerintah daerah sedang menyusun program peningkatan infrastruktur jalan. 

Namun, masyarakat berharap agar program tersebut dapat segera direalisasikan, terutama untuk Jalan Mentok yang menjadi jalur utama bagi banyak warga.


Dampak Ekonomi dan Sosial dari Jalan Rusak

Selain membahayakan keselamatan pengguna jalan, kondisi aspal yang rusak parah juga berdampak pada perekonomian masyarakat. Jalan yang tidak layak memperlambat distribusi barang dan meningkatkan biaya operasional bagi pelaku usaha.

Rusdi (45), seorang pengusaha transportasi, mengeluhkan dampak buruk jalan rusak terhadap usahanya.

 "Saya punya usaha pengiriman barang ke toko-toko di Pangkalpinang. Karena kondisi jalan yang rusak, perjalanan jadi lebih lama dan biaya bahan bakar jadi lebih besar. Suspensi truk cepat rusak, ban juga sering bocor kena lubang. Ini bikin biaya operasional kami naik," kata Rusdi.

Menurutnya, jika kondisi jalan terus dibiarkan, maka biaya distribusi barang akan semakin mahal dan berpotensi menaikkan harga barang di pasaran.

Selain itu, jalan yang rusak juga menurunkan kualitas hidup masyarakat. Anak-anak yang berangkat sekolah, pekerja yang bepergian setiap hari, hingga para lansia yang berjalan kaki di sekitar jalan tersebut turut merasakan dampaknya.

Bekisah TV Akan Terus Mengawal Isu Ini

Sebagai media yang peduli terhadap kepentingan masyarakat, Bekisah TV akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyuarakan aspirasi warga hingga ada tindakan nyata dari pemerintah. (BTV)

Posting Komentar

0 Komentar